BANDUNG (bisnisjabar.com): Asosiasi Petani Teh (Apteh) Jawa Barat optimistis produksi perkebunan teh rakyat di provinsi ini pada 2010 mencapai target 3 juta kg teh kering.
Endang Sopari, Wakil Ketua Apteh Jabar, mengatakan realisasi produksi teh hingga pekan ketiga Desember sudah sekitar 99%, dan diperkirakan mencapai target pada hari-hari terakhir tahun ini.
“Tercapainya produksi teh pada tahun ini tertolong oleh produksi pada bulan-bulan sebelumnya, di mana cuaca masih cukup bagus, tidak seperti cuaca pada bulan ini,” katanya kepada bisnisjabar.com, kemarin.
Dia menjelaskan produksi teh rakyat biasanya sudah mencapai target memasuki Desember. Namun, cuaca ekstrem pada tahun ini cukup memengaruhi perkembangan pucuk teh, di mana produksi teh harian pada bulan ini turun 30%–40% dari kondisi normal yang mencapai 700 kg/hari/tahun kering.
“Dalam sebulan terakhir ini, curah hujan terlalu tinggi, sehingga pertumbuhan pucuk teh pun terganggu,” jelasnya.
Dia mengatakan cuaca buruk juga mengakibatkan timbulnya banyak hama dan penyakit pada pucuk teh, seperti cacar daun. Cacar daun muncul akibat kelembaban yang terlalu tinggi.
Terkait dengan harga komoditas ini, Endang mengemukakan harga pucuk teh rakyat relatif bertahan pada harga berkisar Rp1.400—Rp1.600 per kg. “Harga teh di luar koperasi bisa jauh lebih rendah, yaitu hanya Rp1.200 per kg,” ujar ketua Koperasi Cikal Bakal Cikalong Wetan ini.
Apteh Jabar belum berani mematok target produksi untuk tahun depan mengingat kondisi cuaca hingga saat ini terhitung masih ekstrem.
“Petani tetap berharap ada optimalisasi produksi pada tahun depan, namun semua tergantung cuaca,” ujarnya.
Dia menjelaskan produksi teh rakyat Jabar setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Produksi pada 2009 mencapai 2.780 ton teh kering atau naik hingga 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.500 ton.
“Pada musim hujan, biasanya produksi teh bisa ditingkatkan, tetapi sekarang curah hujannya terlalu tinggi,” ujarnya. (asm)