Rumah Jeans: Kustomisasi jeans 2 jam langsung jadi

Oleh Ixora Tri Devi

Pada era 90’an tempat cuci foto yang menyediakan cuci-cetak kilat 45 menit mewabah di setiap sudut kota. Di era digital saat ini,  mencetak foto dengan waktu yang singkat bukan lagi sebuah hal yang menakjubkan.

Sekarang yang bisa dicetak kilat bukan hanya foto, ‘mencetak’ jeans pun bisa kilat seperti cuci-cetak foto zaman dulu.

Tren custom jeans yang masuk ke Bandung sejak beberapa tahun belakangan terus berkembang. Berbagai inovasi terus dimunculkan oleh pebisnis yang bergerak di bidang ini. Salah satunya adalah workshop and store ‘Rumah Jeans’ yang terletak di Jalan Siliwangi no. 8, Bandung.

Selain mengedepankan harga yang terjangkau, saat ini Rumah Jeans juga mengoptimalkan pelayanan two hours service.

“Kita ingin konsepnya seperti cuci-cetak foto kilat. Setelah pengunjung selesai memilih bahan dan model, dia bisa pergi berbelanja atau melihat aksesoris dari jeans yang tersedia di sini sambil menunggu jeansnya selesai diproses,” ujar Saman, pemilik Rumah Jeans.

Jebolan Williams Business College Australia ini membuka harga jeans mulai Rp120.000 s.d. Rp250.000. Untuk pembuatan, ditambah ongkos jahit Rp25.000.

Saat ini di Rumah Jeans ada enam orang penjahit, dua di antaranya adalah Master Pattern. Pria kelahiran 1970 keturunan Sunda-Pontianak ini mengaku memiliki seleksi dan kriteria sendiri untuk memilih tukang jahitnya, terlebih untuk master pattern.

“Kita ada tes psikologis dan tes langsung. Jadi, calon penjahit kita tes, coba buatkan celana dengan waktu dua jam. Setelah itu langsung saya coba, kalau tidak nyaman saya suruh ulang. Kalau bisa dibikin sampai nyaman, kita terima, kalau tidak yah sorry,” ungkap Saman. “Kalau saya saja pakai tidak nyaman, bagaimana dengan pelanggan,” lanjutnya.

Sejak didirikan dua tahun yang lalu, Rumah Jeans setiap bulannya memiliki rata-rata 500-700 pemesanan dengan omzet antara Rp2juta s.d. Rp3,5juta per hari. Memasuki minggu pertama bulan suci, terdapat kenaikan omzet sebesar 25%. Saman mengaku yang paling banyak diminati adalah bahan black coated jeans dan model slim-fit atau skinny.

Di bulan Ramadan tahun ini, Rumah Jeans memberikan penawaran free fashion consulting setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 13.00 s.d 19.00.

“Bawa serta jeans andalan untuk ditiru ukurannya, dengan demikian jeans yang ingin dibuat niscaya nyaman dan sesuai selera,” saran pria yang awalnya berkarier sebagai banker sebelum akhirnya pada tahun 2000 menggeleluti hobinya dibidang gambar dan menjadi designer interior.

Pria yang juga merupakan motor dari consultant design, Baik-baik Design, ini menargetkan 2-3 cabang di Bandung dalam waktu dekat. Ia juga bercita-cita mendirikan Rumah Jeans di Jakarta. Untuk itu, Saman membuka kesempatan seluas-luasnya bagi uang berminat untuk menjadi mitra Rumah Jeans.

Custom Jeans : Lebih Pas dan Murah

Siapa sih yang tidak punya celana jeans di lemarinya? Celana jeans dan kaos sudah seperti seragam untuk berbusana kasual. Namun, sering kali kita memiliki kendala saat membeli celana jeans. Baik itu ukuran yang tidak pas, ataupun kualitas bahan yang tidak memuaskan. Alhasil, celana yang sudah dibeli pun masih harus masuk ke bengkel ‘vermak jeans’ agar menjadi pas di badan.

Oleh karena itu, beberapa orang lebih senang mendesain dan memilih sendiri bahan jeans yang ingin ia kenakan. Salah satunya adalah Reinhard Giofan. Mahasiswa semester akhir jurusan Manajemen Komunikasi Fikom Unpad ini mengaku lebih senang dengan custom jeans karena ukuran standard celana jeans yang umum dijual di pasaran tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya.

“Selain tidak ada ukuran yang pas, harga jeans yang sudah jadi juga lebih mahal. Terus, karena gue tinggal di Bandung, yah mending gue bikin sendiri. Kualitas bagus dan pas di gue-nya,” ujar pria 22 tahun yang hobi hunting bahan jeans di Jalan Tamim dan Jalan Cigondewa ini.

Perkataan Reinhard diamini oleh Luqman Bahar, sesama pecinta custom jeans. Luqman mengaku lebih senang membuat sendiri jeansya daripada membeli jeans bermerk tetapi ‘KW’.

“Bikin jeans sendiri tuh enak, murah, bisa tentuin model dan jenis bahan,” ujar pria yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-20 tanggal 7 Agustus kemarin.

Pria berambut keriwil ini mengaku menyediakan anggaran Rp80ribu-Rp110ribu ketika hunting bahan jeans di daerah Tamim dan Cigondewah. Apabila tidak terlalu ‘niat’ dan tidak tahu kualitas bahan, Luqman menyarankan,  saat ini sudah banyak penjual custom jeans yang menyediakan pilihan bahan sekaligus jasa penjahitan.

Dengan memakai busana yang bahan dan modelnya pilihan sendiri, niscaya hati lebih puas. Belum lagi dengan kebanggaan karena keunikan pakaian yang digunakan. Jadi, selamat menjadi desainer.

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X