Satpol PP Bakal Dilibatkan Sweeping Siswa Tak Sekolah

BANDUNG (bisnis-jabar.com)—Dinas Pendidikan Jawa Barat akan melibatkan satuan polisi pamong praja dalam tim posko drop out untuk mensweeping anak-anak yang tidak bisa sekolah di Jabar.

Kadisdik Jabar Wahyudin Zarkasyi mengatakan posko drop out adalah usulan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang disambut baik Mendiknas M Nuh. “Teknis [sweeping] nya bagaimana, barangkali nanti Bupati dan Wali Kota bisa melibatkan Polisi Pamong Praja,” katanya.

Menurutnya langkah sweeping  ini harus dilakukan karena pendidikan adalah hak setiap anak-anak. Karena baru wacana, Disdik sendiri menurutnya belum merumuskan pola bantuan yang akan diberikan pada anak-anak putus sekolah tersebut.

Namun dirinya memastikan, jika sejumlah program sekolah gratis bisa diberikan pada anak-anak yang tidak bersekolah ini. Dari mulai beasiswa siswa miskin SMP SMA sampai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Selain itu Gubernur Jabar menurutnya sudah membangun 6000 kobong atau penginapan santri. Menurutnya mendekatkan pesantren ke lokasi sekolah bisa memangkas biaya transportasi yang saat ini masih mahal.

“APK [angka partisipasi kasar] SD kita 119%, tapi SMP kita rontok sampai 96% karena letak SMP itu lokasinya jauh di ibu kota kecamatan,” katanya.(k57/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X