SIRKUIT F1 BALI: Badan Investasi Belum Terima Permohonan Izin

(ilustrasi)

(ilustrasi)

DENPASAR – Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bali mengaku belum menerima permohonan perizinan tentang rencana investasi membangun sirkuit formula 1 (F1) di atas lahan seluas sekitar 100 hektare di daerah itu.

“Kami belum menerima izin penanaman modal untuk membangun sirkuit F1,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bali Ida Bagus Parwata di Denpasar, Minggu (30/6/2013).

Menurut dia, untuk lebih memastikan tentang hal itu, dapat ditanyakan kepada pemerintah daerah yang akan dijadikan tempat tersebut.

Parwata mengatakan bahwa saat realiasi penanaman modal asing baik dari dalam dan luar negeri selama Januari sampai Maret 2013 adalah Rp3,8 triliun.

Seperti diketahui konsorsium perusahaan multinasional dan internasional berencana membangun sirkuit F1 di Pulau Dewata.

“Wacana tersebut sudah cukup lama dihembuskan, rencananya dibangun dalam kawasan resor dan marina di Teluk Benoa,” kata Anthony Sarwono, pengamat otomotif.

Pembangunan sarana olahraga otomotif bertaraf internasional itu merupakan bagian dari proyek reklamasi di Teluk Benoa.

Berdasarkan pengamatannya, sampai saat ini, proyek tersebut masih dalam proses perizinan di Pemprov Bali. Sempat berhembus kabar, pembangunan yang utama lebih difokuskan pada proyek resor dan marina dari pada mewujudkan sirkuit.

Kendati demikian, kehadiran sirkuit F1 di Pulau Dewata sangatlah layak untuk dikembangkan sebagai segmen pariwisata olahraga (sport tourism). (antara/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X