Tarif tiket bus naik hingga 110%

BANDUNG (bisnisjabar.com): Beberapa perusahaan otobus (PO) menaikkan tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) selama angkutan Lebaran 2010 hingga 110%.

Ridwan, pengelola PO Nusantara mengatakan, kenaikan tarif bus di perusahaan angkutan penumpang itu berlaku seminggu sebelum dan sesudah Lebaran (H-7 sampai H+7).

“Tarif tiket bus malam kelas eksekutif jurusan Bandung-Semarang dari terminal Cicaheum naik 89% dari Rp95.000 menjadi Rp180.000. Tarif ini juga berlaku bagi penumpang yang turun di Tegal atau kota-kota sebelum bus sampai di terminal terakhir,” katanya, kemarin.

Menurut dia, kenaikan tarif sebesar itu untuk mengomensasi kemungkinan penumpang kosong pada saat bus balik lagi ke Bandung. ”Jadi secara tidak langsung ongkos dibebankan kepada pemudik.”

PO Maju Lancar juga menaikan tarif sebesar 73% untuk tujuan Bandung-Semarang dari 95.000 menjadi Rp165.000.

Juripan, pengelola bus mengatakan, tarif baru ini berlaku hingga H-1. Kemudian pada H+1, tarif berangsur turun Rp20.000 per dua hari hingga kembali ke tarif normal.

Sementara itu, pengelola PO Kramat Jati Abas mengatakan tarif naik sejak 31 Agustus untuk tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Bali secara bertahap sebesar Rp10.000—Rp50.000 per hari.

Menurutnya, kenaikan tarif sebesar Rp10.000 diberlakukan mulai 31 Agustus-5 September, sedangkan 6-7 September, kenaikan tarif sebesar Rp50.000 per hari.

Dia memberi contoh tarif bus jurusan Bandung-Denpasar, pada hari puncak arus mudik yakni 7-8 September, naik 30% dari Rp350.000 menjadi Rp500.000. Sementara pada 9-11 September, tarif bus akan turun Rp20.000 menjadi Rp480.000.

Sama halnya dengan kenaikan tarif yang dilakukan secara bertahap, penurunan tarif pun dilakukan demikian. Sampai H+10 harga taris untuk Bandung Denpasar akan turun menjadi Rp425.00 dan selanjutnya akan kembali ke tarif normal.

Untuk jurusan Bandung-Surabaya, bus Kramat Jati mematok tarif sebesar Rp360.000 mulai H-3 atau naik 105% dari tarif normal Rp175.000, sedangkan untuk jurusan Semarang mulai 6-9 September naik 110% dari Rp95.000 menjadi Rp200.000.

Sementara itu, Kepala Terminal Cicaheum Bandung Sondang Siregar mengemukakan hingga saat ini belum ada pengaduan dari masyarakat terkait kenaikan tarif bus, meskipun dalam prakteknya banyak bus yang diduga melanggar ketentuan tarif.

“Jika ada laporan dari masyarakat dan terbukti PO menaikkan tarif melewati batas atas sebesar 20%, kami akan proses,” katanya. (Bunga Kusumah)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X