UMK Kota Cirebon 2013 Naik 8,8%

CIREBON (bisnis-jabar.com)– Upah minimum kota/kabupaten (UMK) Kota Cirebon pada 2013 ditetapkan sebesar Rp1.075.000 atau naik sebesar 8,8% dari UMK 2012 yang hanya sebesar Rp980.000.
Pada penentapan UMK 2013 yang berlangsung alot karena terjadi perdebatan panjang antara perwakilan asosiasi pengusaha (Apindo) dan serikat pekerja (SPSI) di forum dewan pengupahan kota (Depeko) yang digelar Rabu 31 Oktober 2012.
Perwakilan pekerja akhirnya melunak dan menyetujuai besaran UMK Rp1.075.000, padahal sebelumnya mereka bersikeras mengusulkan UMK 2013 sebesar Rp1.080.000 dan rapat penetapan UMK berlangsung hingga sore hari.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cirebon, M. Koreneli selaku Ketua Depeko Cirebon mengatakan proses pentatan UMK sejak awal survei untuk kebutuhan hidup layak (KHL) cukup memakan waktu lama, pasalnya penambahan indiakator pentepan KHL dari 46 menjadi 60 item yang aturannya berlaku pada Sepetember lalu membauat tim Depeko melakukan survei ulang.
“Kendati proses penetapan UMK berlangsung alot, namun perwakilan pekerja akhirnya mau menerima besaran UMK yang telah dihasilan berdasarkan perhintungan tim Depeko, karena kalau penetapannya ditunda lagi dikhawatirkan jatuh tempo dan berarti UMK yang disahkan adalah UMK tahun sebelumnya,” katanya, Rabu (31/10).
Korneli berharap di Kota Cirebon tidak muncul adanya gejolak dari pekerja setelah besaran UMK ditetapakan, pasalnya kondisi di Kota Cirebon tidak pernah muncul gejolak yang berhubungan dengan masalah UMK. (K3/yri)
Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X