Unjuk rasa FSPMI Bekasi berakhir dengan kesepakatan

Ilustrasi

CIKARANG: Unjuk rasa ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berakhir setelah ada kesepakatan antara buruh, pemerintah dan kepolisian, Jumat (10/6).

“Massa telah membubarkan diri setelah tiga dari empat tuntutan kami akan direalisasikan oleh Pemkab Bekasi dan Polresta Bekasi,” kata Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI PT Enkei Cecep Supriyadi, hari ini.

Menurut dia, proses audiensi yang berlangsung di Pos III PT Kymco Motor Indonesia, Kawasan Industri Ejip Cikarang antara pihak terkait berlangsung alot. Namun, membuahkan hasil kesepakatan.

Para buruh menuntut kepada Polres Bekasi untuk membebaskan rekan mereka aktivis serikat dari PT Kanefusa yang dituding melakukan aksi pengerusakan dalam unjukrasa di PT Kanefusa beberapa waktu lalu.

“Polresta Kabupaten Bekasi telah bersedia memperetimbangkan tuntutan itu,” katanya.

Para perwakilan demonstran mendesak Polres untuk menindaktegas aksi kriminalisasi terhadap para aktivis serikat pekerja yang kerap terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Kami minta rekan kami dibebaskan, karena berunjukrasa adalah kebebasan berdemokrasi. Kami juga mendesak kepada Polres untuk memberantas aksi-aksi kriminalisasi terhadap para aktivis serikat pekerja,” katanya.

Selain itu, kata dia, para buruh mendesak Disnakertrans agar tidak berlaku berat sebelah dengan membela kepentingan pengusaha ketimbang kepentingan buruh. Sebab, setiap kali ada masalah dengan pengusaha, para aktivis serikat sering dikalahkan.

“Kami minta agar Disnakertrans Kabupaten Bekasi tidak berpihak kepada pengusaha. Karena fungsi Disnakertrans adalah menjadi jembatan kepentingan antara pekerja dan pengusaha, sehingga harus netral,” kata Cecep.

Namun, terkait dengan tuntutan pengesahan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pihak Disnakertrans tidak bisa memberikan kepastian karena itu di luar kewenangan mereka.

Setelah menjalin kesepakatan itu, ribuan buruh FSMPI membatalkan rencana mereka untuk konvoi mendatangi Pemkab Bekasi dan memilih membubarkan diri dengan tertib kembali ke perusahaannya masing-masing.

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X