Warga Indramayu demo Yance di Gedung Sate minta bereskan ‘PR’

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Puluhan warga Indramayu bersama sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  menggelar demonstrasi di Gedung Sate.

Mereka mendesak mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syaifuddin alias Yance diminta menyelesaikan ‘pekerjaan rumah’ masalah pelebaran jalur Pantura Indramayu sebelum maju dalam bursa Pilgub Jabar 2013 nanti.

Datang dengan menumpang bus besar, demonstran yang didominasi ibu-ibu rumah tangga itu langsung membentangkan spanduk kecaman pada Yance.

Warga merasa Yance telah sewenang-wenang dengan tidak memberi kejelasan masalah pelebaran hingga 10 tahun lamanya.

“Selesaikan dulu masalah ini sebelum Yance maju pada pilgub,” kata Dedi Wahyudi, kordinator warga pada wartawan, hari ini.

Pelebaran jalur Pantura menurutnya terjadi 2003 lalu, proyek tersebut menelan lahan 5 desa di Indramayu seperti Jumbleng, Langut, Lanjan, Kiajaran Kulon dan Kiajaran Wetan. “Ganti rugi yang diberikan tidak sesuai harga pasaran. Masih banyak dibayar sampai sekarang,” katanya.

Berdasarkan perhitungan ganti rugi yang diterima warga nilainya mencapai Rp 8,4 miliar. “Harga tanah di sana berkisar Rp275.000-RP300.000 per meter persegi,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, warga sudah berkali-kali melakukan aksi di Indramayu namun tidak ada hasil. “Hari ini kami aksi ke sini, mudah-mudahan ada hasilnya,” katanya.

Aksi demo damai ini mendapat pengawalan tidak begitu ketat dari sejumlah aparat kepolisian.(k57/yri

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X