XL akan tambah 6.000 BTS

ilustrasi (reuters)

PURWAKARTA: PT XL Axiata Tbk menargetkan pembangunan 6.000 base transceiver station (BTS) terutama untuk meningkatkan layanan data yang trennya terus meningkat dengan investasi yang disiapkan tahun ini sekitar Rp7 triliun–Rp8 triliun.

Chief Operating Officer PT XL Axiata Tbk Willem Lucas Timmermans mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur dan mempeluas layanan di Indonesia dengan rencana menambah sekitar 5.000-6.000 BTS baru pada tahun ini.

Saat ini, katanya, XL meresmikan jumlah BTS di Indonesia mencapai 30.000 unit yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dengan jumlah pelanggan mencapai 46,4 juta.

“Untuk mendukung ekspansi layanan tersebut, kami telah mengalokasikan belanja modal untuk investasi pembangunan BTS sekitar Rp7 triliun—Rp8 triliun,” ujarnya saat peresmian 30.000 BTS XL di Purwakarta, hari ini.

Dia menjelaskan pengembangan BTS tersebut dilakukan pada semua lapisan jaringan baik jaringan inti sampai backbone transmisi yang semuanya ditujukan untuk mengkatkan jangkauan layanan.

“Hingga saat ini, XL telah menggelontorkan investasi untuk pembangunan BTS sekitar Rp45 triliun-Rp50 triliun sehingga jumlahnya menembus 30.000 titik di 33 provinsi, yakni di Jawa (62%), Sumatra (20%), dan kawasan timur Indonesia (8,5%).

Pada kesempatan yang sama, VP Jabodetabek Area PT XL Axiata Tbk Asni Juita menambahkan pertumbuhan pelanggan terus terjadi baik untuk telepon, SMS dan terutama layanan data yang tumbuh lebih cepat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami berkomitmen memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitasnya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Untuk itu, dari belanja modal tahun ini mencapai Rp8 triliun, akan dialokasikan 60% untuk pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Dia menambahkan pada tahun ini XL menargetkan dapat menambah menjadi 51 juta pelanggan dari tahun lalu sebanyak 46,4 juta pelanggan.

Sementara itu, Manager PR Corporate Communications XL Henry Wijayanto menjelaskan tren pertumbuhan pelanggan data memang meningkat cepat seperti pada tahun 2010 masih 17 juta pelanggan, pada 2011 meningkat menjadi 25,5 juta pelanggan.

“Memang pengguna data ini tumbuh lebih tinggi dari pada telepon dan SMS, terutama untuk penggunan layanan mobile Internet baik melalui ponsel maupul perangkat lainnya.” (fsi)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X