WASHINGTON: Reputasi World Wildlife Fund atau WWF, salah satu organisasi lingkungan terbesar di dunia, kembali buruk setelah muncul laporan yang menghubungkan kelompok itu dengan inisiatif kebijakan di Tanzania yang menyebabkan pejabat pemerintah membakar rumah dan pohon kelapa sawit yang digunakan untuk meningkatkan mata pencaharian lokal.
Skandal terbaru adalah peringatan terhadap Indonesia dan negara lain di mana WWF beroperasi, melakukan praktek sembrono yang bertentangan dengan upaya meningkatkan standar hidup dan mengentaskan kemiskinan. Dengan akan dilakukannya lebih banyak pengawasan, pemerintah negara Barat harus menghentikan dukungan WWF.
“WWF, organisasi yang berpura-pura membanggakan dirinya atas nilai-nilai etika, kembali kewalahan oleh tuduhan bahwa karena dia mendukung rencana kehutanan Pengurangan Emisi dari Penggundulan dan Degradasi Hutan – Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD). Dia bertanggung jawab atas penggusuran ilegal dan pembakaran rumah oleh para pejabat Tanzania baru-baru ini.
“Namun, para pejabat WWF juga menghancurkan pohon kelapa sawit yang berharga, yang digunakan oleh Tanzania untuk mencari nafkah. WWF banyak mempermasalahkan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Tapi apa yang berkelanjutan tentang membuat orang kehilangan tempat tinggal dan memusnahkan mata pencaharian mereka?” kata Andrew Langer, juru bicara Consumers Alliance for Global Prosperity.
Satu laporan bahkan menyebutkan bahwa WWF ‘merupakan ancaman langsung’ terhadap mata pencaharian masyarakat di Tanzania karena adanya skema REDD.
“Rakyat di Indonesia dan negara lain harus mengambil pelajaran dari perkembangan ini. WWF telah terperosok dalam skandal tentang tuduhan penipuan dan penggelapan di Tanzania, sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas pengawasan dan profesional. Untuk menjamin bahwa wajib pajak menerima nilai uang dan rakyat di negara berkembang tengah diperlakukan dengan martabat, para pejabat negara Barat harus menghentikan pendanaan WWF. Apa yang terjadi di Tanzania adalah tragedi. Itu tidak boleh terulang di tempat lain,” ujarnya.(Antara/yri)
Recent Comments