(ilustrasi/JIBIPHOTO)
Bisnis-jabar.com, BANDUNG-DPRD Jawa Barat berharap seluruh lapisan di Jabar memiliki pemahaman yang sama agar terhindar dari bencana banjir yang melanda setiap musim penghujan tiba.
Ketua Komisi D DPRD Jabar M. Q. Iswara mengatakan membangun pemahaman sangat penting, karena untuk mengatasi banjir perlu penanganan yang komprehensif dan terintegrasi.
“Untuk mengatasi persoalan banjir di Jabar, diperlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi,” katanya, Rabu (22/1/2014).
Oleh karena itu Iswara menilai sejumlah perbaikan harus dilakukan di berbagai lini, mulai hulu hingga hilir. Di bagian hulu, menurutnya kawasan konservasi harus dijaga sebaik mungkin.
“Penghijauan harus terus dilakukan, seiring dengan penghentian pembangunan di kawasan hulu tersebut,” katanya.
Ini penting agar kawasan resapan air itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya. “Dan kita sudah mendorong itu. Contoh di KBU (Kawasan Bandung Utara), semua izin dari kabupaten/kota untuk KBU harus ada rekomendasi provinsi. Itu terbukti efektif,” katanya.
Untuk bagian hilir, DPRD Jabar mendorong dilakukannya pembenahan di berbagai aliran sungai. Menurutnya, saat ini sungai menjadi dangkal akibat tingginya sedimentasi.
Sehingga, volume air yang ditampung sungai menjadi berkurang. “Dan banjir akibat ini kan, sungai tak mampu menampung air, akhirnya meluap ke pemukiman,” jelasnya.
Selain melakukan pengerukan, di bagian hilir pun harus dilakukan penataan wilayah sempadan sungai. Dijelaskan Iswara, di sepanjang wilayah sempadan sungai tidak boleh berdiri bangunan apapun. Melainkan, di wilayah sempadan sungai harus ditanami pohon yang memiliki daya serap air tinggi.
“Selain itu juga, budaya masyarakat harus diperbaiki. Jangan buang sampah sembarangan dan harus mau membuat saluran resapan air di lingkungan sekitar dan sumur biopori di rumahnya masing-masing. Kita harus berikan pemahaman ini kepada masyarakat,” katanya. (ija)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments