antara
TASIKMALAYA (bisnis-jabar.com): Harga manggis di pasaran musim panen raya antara bulan Januari-Maret ini cenderung turun.
Hal itu disebabkan melimpahnya ketersediaan manggis pascapanen raya.
Dono, pengepul manggis di Kecamatan Puspahiang mengatakan, ia mampu menghasilkan 10 ton buah manggis kualitas ekspor per hari. Sekitar 80-90% di antaranya adalah kualitas ekspor.
“Saat ini, manggis kualitas satu, atau ekspor dijual Rp10.000 per kilogram, Rp4.000 per kilogram untuk kualitas dua dan Rp2.000 per kilogram untuk kualitas tiga. Saat bukan musim panen raya, manggis kualitas ekspor dijual Rp20.000 per kilogram untuk kualitas satu dan Rp10.000 per kologram untuk kualitas dua,” katanya beberapa waktu lalu.
Namun meski ada penurunan harga, permintaan yang tidak pernah terbatas memberikan keuntungan besar bagi petani.
Katanya, saat ini tinggal ada perhatian lebih besar dari pemerintah bila ingin menjadikan buah manggis lebih menguntungkan.
Berdasarakan catatan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya, terdapat 4.743 hektare lahan manggis yang ditanami 475.327 pohon berusia 12-80 tahun. Saat ini, produktivitas manggis di Tasikmalaya mencapai 8-10 ton per hektar per panen. Daerah sentra tanam dan produksinya berada di Kecamatan Puspahiang, Salopa, Tanjungjaya, Sukaraja, Cikalong, Karangnunggal dan Kecamatan Jatiwaras yang digarap sedikitnya 85.000 petani. Lebih dari 50% lahan manggis berada di Kecamatan Puspahiang. (K55/yri)