SEMARANG–PT Permodalan Nasional Madani Cabang Semarang berhasil menyalurkan pembiayaan mikro senilai Rp212,2 miliar pada akhir 2012, meningkat 42% dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tercatat Rp149,28 miliar.
Rahfie Syaefulshaaf, Pemimpin Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Semarang, mengatakan pembiayaan tersebut diberikan untuk 3.738 nasabah dengan penyaluran melalui 32 jaringan unit layanan modal mikro (UlaMM).
“Hal ini menunjukkan selain prospek pertumbuhan yang tinggi, potensi sektor usaha mikro masih sangat besar di Jawa Tengah,” ujarnya Jumat (11/1/2013).
Hingga akhir tahun lalu PNM Semarang tercatat memiliki 5 klaster yaitu Klaster Pati, Klaster Pekalongan, Klaster Semarang, Klaster Tegal, dan Klaster Temanggung.
Kelima klaster tersebut membawahi 32 unit UlaMM, dengan rincian enam unit di Pati, tujuh unit di Pekalongan, enam unit di Semarang, tujuh unit di Tegal, dan enam unit di Temanggung.
Rahfie menambahkan perseroan akan menambah lima kantor unit baru untuk wilayah Jawa Tengah pada tahun ini, guna memperluas penetrasi bisnis, khususnya di Pantai Utara bagian Timur.
Menurutnya, lima kantor unit baru akan berlokasi di Kragan, Bangsri, Blora, Purwodadi dan Blora dan satu kantor klaster di Purwodadi.
“Potensi bisnis UMK di kawasan ini luar biasa besarnya dan prospeknya bagus, sementara selama ini PNM belum menggarapnya. Karena itu, mulai tahun ini kita akan menambah jaringan di kawasan timur,” ujarnya.
Anton Mart Irianto, Corporate Secretary PNM, mengatakan penambahan kantor unit baru di Cabang Semarang ini merupakan bagian dari rencana penambahan jaringan kantor layanan PNM sebanyak 100 ULaMM dan 20 kantor klaster di seluruh Indonesia pada tahun ini.
Untuk itu, PMN akan menggelontorkan belanja modal atau capital expanditure (capex) 2013 senilai Rp 36,3 miliar atau naik 81,5% dari 2012 yang sebesar Rp 20 miliar. “Jadi dana belanja modal tahun 2013 ini lebih besar jika dibandingkan tahun 2012,” jelasnya.
Pada 2012, PNM memiliki total 580 Kantor Layanan yang terdiri dari 477 Unit ULaMM, 22 Kantor Cabang, 5 Cabang Pembantu, dan 76 Klaster dengan sebaran jangkauan di 2.247 Kecamatan di 22 Provinsi seluruh Indonesia.
PNM merupakan BUMN yang didesain khusus untuk pengembangan pembiayaan usaha mikro kecil. BUMN yang berdiri pada 1999 ini menyasar pasar mikro antara rentenir dan perbankan yang memiliki ceruk pasar yang besar.
“PNM hadir untuk menjembatani para pelaku UMKM yang belum bankable untuk selanjutnya kita berikan pembiayaan dan pelatihan sehingga mereka menjadi bankable,” ujar Anton
Selain itu, tuturnya, PNM tidak hanya memberikan jasa pembiayaan atau permodalan, tetapi juga jasa manajemen (capacity building). PNM memberikan pelatihan hingga pendampingan usaha kepada para nasabah UMK melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
“Pemberdayaan UMKM yang mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan capacity building ini menjadi keunggulan dan keunikan bagi PNM dibanding para pesaing kita,” tegasnya.(JIBI/yri)
Dear Mr/Madam,
Saya mendapatkan informasi bahwa PNM sedang buka cabang di Semarang.
Saya berminat untuk bergabung. Bagaimana cara saya mengirim lamaran.
Mohon dibantu untuk alamat emailnya yang valid.
Trimakasih.