MEDALI PON RIAU: Jabar Harus Rebut Kembali Posisi Puncak

PEKANBARU — Kontingen Jawa Barat tetap optimis untuk segera menyalip perolehan medali emas DKI Jakarta sekaligus untuk mengejar terget “Jabar Kahiji“.

“Jabar tetap optimis bisa mengejat DKI Jakarta, dan tidak panik karena perolehan emas tersalip daerah itu,” kata Ketua Umum KONI Jawa Barat H Azis Syarif di Pekanbaru, Minggu.

Ia menyebutkan, peringkat DKI Jakarta menyalip Jabar tidak menjadi masalah dan justeru terjadi dinamika yang cukup positif dalam sebuah kompetisi dan justeru mendorong motivasi atlet untuk fight dan mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Posisi klasemen perolehan medai PON XVIII/2012 berdasarkan penghitungan Tim IT Kontingen Jabar. Jabar masih peringkat kedua dengan 67 medali emas, 49 perak dan 58 perunggu. Sedangkan DKI Jakarta masih memimpin dengan 68 medali emas, 65 perak dan 58 perunggu. Jatim 60 emas, 57 perak dan 46 perunggu. “Belum terlalu menjadi masalah, jarak selisih satu medali akan tetap bertahan, begitu juga dengan Jatim. Kami terus menganalisa peluang DKI dan Jatim yang menjadi pesaing terdekat,” kata Azis.

Menurut Azis, fenomena kejar mengejar akan terjadi hingga hari akhir, dan Jabar pada saatnya akan bisa menyalip perolehan medali emas DKI.

Ia mengaku adanya sejumlah cabang yang gagal meraih target harian dalam babak dinal seperti cabang angkat berat, panjat tebing, gulat, judo dan lainnya. Namun di sisi lain ada emas yang hadir dari nomor yang tidak diunggulkan.

“Tidak hanya Jabar, DKI dan Jatim pun ada beberapa nomor unggulan yang tidak tembus emas, itu wajar karena kenyataan di lapangan berobah jauh dari prediksi,” katanya.

Sementara itu ketegangan dan kekhawatiran wajar terjadi karena makin hari persaingan semakin ketat, namun Kontingen Jabar tetap melakukan analisa dan memprediksi secara akuran perolehan medali harian.

“Persaingan akan semakin ketat, kekhawatiran ada, namun tidak membuat panik. Perubahan dari prediksi sangat drastis, di sisi lain daerah selain DKI dan Jatim terjadi peningkatan prestasi yang signifikan.

Azis Syarif menyebutkan, peluang ke depan bagi Jabar masih ada di nomor-nomor terkur serta bela diri. Ladang emas Jabar kemungkinan masih terjadi di kempo, taekwondo, gulat, judo, terjun payung serta cabang lainnya.

Semua masih bisa terjadi akibat adanya persaingan perolehan medali yang sangat ketat di papan atas.

Selain menginstruksikan bertanding dengan poin telak Kini Jabar juga juga mengingatkan terjadinya hambatan faktor non teknis yang harus dihadapi.

“Jabar waspada dan melakukan pengendalian serta pengawasan untuk pertandingan yang tidak terukur, termasuk melayangkan protes, salah satunya di tinju kita protes kebutusan dewan hakim,” kata Azis Syarif menambahkan.(Antara/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan.

*


*

               
© 2010-2013 Bisnis Indonesia Jawa Barat