Perkembangan BMT di Tasik bisa saingi BPRS

antara

TASIKMALAYA: Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) di Tasikmalaya dinilai cukup bagus, terlihat dari aset per unit BM ada yang mencapai Rp9 miliar dan yang terkecil Rp75 juta.

Ketua PINBUK Tasikmalaya, Endang Ahmad Yani mengatakan, beberapa BMT yang dibina Pinbuk dari sisi peroleh aset cukup besar bahkan mengalahkan aset BPR.

Untuk jumlah BMT yang dibina PINBUK ada 15 unit. Di Kota Tasikmalaya 9 unit dan di Kabupaten Tasikmalaya 5 unit. “Asset BMT cukup bagus, beberapa BMT bisa melebihi aset BPR,” kata dia, hari ini.

Untuk penyaluran pembiayan BMT, terang Endang, relatif masih didominasi produk murobahah. Produk tersebut bukan saja untuk pembiayaan konsumtif namun untuk pembiayaan modal kerja. Kelebihan BMT terang Endang, mereka sangat dekat dengan masyarakat dan keberpihaknnya terhadap pelaku ekonomi mikro begitu jelas.

“Mereka (BMT) bergerak di bidang ritel, sehingga keberpihakan terhadap sektor mikro sangat jelas. Selain itu, BMT juga berdakwah ekonomi syariah kepada masyarakat kecil, serta menonjolkan sisi ukhuwah,” katanya.

Berbeda dengan Endang, Sekretaris PINBUK Tasikmalaya, Aang Suherlan mengatakan, sejak ramai didirikan BMT di Tasikmalaya, di PINBUK pernah tercatat sebanyak 106 unit BMT. Namun perlahan, BMT berguguran dan saat ini, binaan PINBUK tersebut hanya ada 14 unit.

Awalnya, terang Aang, banyak yang tergerakkan untuk mendirikan BMT sebagai salah satu panggilan syiar ekonomi Islam. Namun dari sis manajemen, sesuai berjalannya waktu tidak secara baik dipersiapkan.

“Saat awal-awal BMT begitu banyak bermunculan. Namun sayang, hanya beberapa BMT yang bertahan. Mungkin selain giroh kuat, pembinaan manajemen juga harus terus dilakukan,” terang Aang. (k55/ajz)

Tag Terkait

One Response to Perkembangan BMT di Tasik bisa saingi BPRS

  1. alisyakban pinbuk asahan....

    TAHUN KAPAN INI MAS?…..BOLEH DONG KITA BERKUNJUNG……

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X