PEKANBARU — Kontingen Jawa Barat yang sejak hari pertama PON 2012 terus memimpin perolehan medali, untuk sementara digeser DKI Jakarta ke urutan ke dua, Minggu.
Berdasarkan daftar peringkat medali yang disiarkan Media Center PON 2012, hingga Minggu malam DKI Jakarta mengantongi 66 medali emas, sedangkan Jabar 63 emas.
Jabar bahkan terancam tergesar oleh Jatim yang menempati peringkat ke tiga dengan hanya selisih dua emas di bawahnya.
Kontribusi tambahan medali emas DKI Jakarta terutama melalui cabang senam. DKI Jakarta berhasil menyapu bersih empat emas yang diperebutkan pada senam ritmik nomor perorangan per alat PON XVIII di Hall Senam Rumbai, Minggu.
Keempat emas tersebut diraih dua pesenam ritmik yakni Nabila Evandestiera dan Dinda Defriani. Nabila mendapatkan dua emas dari alat simpai dan bola dengan masing-masing total skor 22.525 dan 22.367, sementara Dinda mendapatkan dua emas dari alat gada dan pita dengan masing-masing total skor 22.075 dan 22.558.
Tambahan emas lainnya bagi DKI Jakarta diraih melalui cabang balap sepeda. Santia Tri Kusuma merebut medali emas balap sepeda nomor Criterium di lintasan balap sepeda Siak Sri Indrapura.
DKI Jakarta masih peluang menambah medali emas karena pada sejumlah cabang mereka menempatkan atlet-atletnya di babak final, di antaranya pada cabang bridge dimana tim putri DKI maju ke final untuk melawan Jateng.
Pada cabang layar, atlet-atlet DKI Jakarta masih mempertahankan posisinya dan berpeluang meraih emas di empat nomor yakni Girls Optimist, Open Fireball, Open Hobie 16, dan Girls Techno.
Jabar pada pertandingan hari Minggu menambah emas pada cabang atletik nomor tolak peluru putri atas nama Eki Pebri Ekawati dan maraton putra (42,195 kilometer) atas nama I Gusti Gede Karangasem.
Tetap fokus
Menanggapi tergesernya posisi kontingennya, Wagub Jabar Dede Yusuf yang hadir ke Riau untuk memberi dorongan semangat meminta para atletnya untuk tidak panik.
“Seluruh atlet Kontingen Jabar tetap fokus dan tidak panik meski tersalip oleh daerah lain. Konsentrasi pada peluang masing-masing, jangan tengok kiri kanan, fokus, fokus dan fokus,” kata Dede Yusuf di sela-sela peninjauan ke tempat pertandingan panjat tebing di Kompleks Universitas Riau, Minggu.
Dede mengatakan, ketatnya persaingan dan naiknya posisi DKI Jakarta hendaknya dievaluasi dan tetap berkonsentrasi pada peluang yang ada. Meski dalam beberapa cabang olahraga tidak mencapai target, diharapkan cabang yang masih bertanding dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Menurut Sekretatis KONI Jabar Ny Lili Rolina, setelah renang berakhir kini giliran nomor bela diri untuk mendulang medali, disamping sumbangan medali dari cabang lainnya yang juga sudah diperhitungkan.
Sementara itu, juara umum PON 2008, Jatim, juga masih merasa dapat mempertahankan gelarnya di PON 2012.
Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid mengatakan, persaingan perebutan gelar juara umum masih tetap terbuka hingga pertandingan terakhir PON 2012.
“Kalau pada PON 2008 di Kalimantan Timur juara umum sudah bisa diketahui tiga hari sebelum seluruh pertandingan berakhir, untuk PON di Riau ini kemungkinan besar juara umum ditentukan hingga hari terakhir,” katanya.
Pada posisi-posisi di bawah, peringkat medali tidak banyak berbeda dengan hari sebelumnya. Hanya provinsi Sulawesi Barat yang belum meraih satu pun medali.
Kaltim yang bercokol di urutan enam, hari Minggu mencatat prestasi gemilang dengan menambah tujuh medali emas. Tambahan emas bagi Kaltim antara lain melalui cabang gulat, angkat berat dan panahan, masing-masing meraih dua emas.
(Antara/yri)