Puskesmas di Kabupaten Garut Butuh Alat Kesehatan

Bisnis-Jabar.com,BANDUNG-Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di kawasan Kabupaten Garut masih kekurangan banyak peralatan kesehatan untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal tersebut diakui oleh salah satu Puskesmas Sukakarya Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru dibangun sejak 2008 lalu.

Kepala Puskesmas Sukakarnya Een Sumiati mengatakan setiap hari puskesmas tersebut mampu menampung sekitar 150 pasien per hari, mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa dari jumlah penduduk sekitar 49.000 orang di sekitar kawasan itu.

“Kehadiran Puskesmas ini sangat penting bagi warga, karena jarak rumah sakit di Garut ini sangat jauh, dapat ditempuh hingga 11 kg menuju arah Kota Garut,” katanya.

Oleh karena itu, Een mengatakan sebagai pusat pertolongan kesehatan pertama seharusnya peralatan kesetahan atau sering yang disebut dengan “alkes” harus terpenuhi.

Pasalnya, selama ini, peralatan kesehatan yang dimiliki oleh Puskesmas tersebut masih terbatas, baik untuk peralatan terkecil seperti gunting hingga tabung oksigen.

“Jumlah petugas kesehatan sendiri sudah cukup memadai. Saat ini ada sekitar 50 petugas,” katanya.

Seperti diketahui, Harian Ekonomi Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat menggelar aksi kegiatan bakti sosial di Puskesmas tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bisnis Indonesia Perwakilan Jabar menyerahkan sejumlah alat-alat kesehatan, mulai dari alat suntik hingga tabung oksigen.

Een menambahkan sangat berterima kasih dengan kehadiran rekan-rekan Bisnis Indonesia Perwakilan Jabar di tempat kerjanya, yang menyerahkan berbagai alat kesehatan.

“Karena jarang sekali kami mendapatkan bantuan dari pihak swasta seperti ini, mudah-mudahan ini sebagai pemancing bagi pihak yang peduli dengan Puskesmas di mana pun,” katanya. (k32/k29)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X