Sebuah boneka tokoh Afrika yang bisa bicara dibuat dengan mengenakan pakaian warna-warni dan dibuat untuk menantang stereotip rasial. Boneka yang diberi nama Rooti ini mengambil bentuk atau model dari boneka terkenal Barbie.
Boneka ini dibuat oleh Chris dan Ada Ngoforo yang merasa anak-anak tidak cukup tahun tentang “akar” mereka. Mereka memutuskan untuk memulai sebuah proyek yang asalnya hanya untuk membantu perekonomian keluarganya. Akan tetapi sekarang proyek tersebut sudah menjadi suatu bisnis.
Pasangan ini sekarang telah membuat 12 boneka dari negara-negara Afrika yang berbeda. Setiap boneka bisa berbicara berbagai bahasa Afrika yang berbeda.
Chris mengatakan kepada CNN mereka mengamati lebih dari 90% anak-anak di Afrika tidak mau belajar bahasa ibu mereka. Hal tersebut disebabkan tidak ada alat yang dapat memudahkan mereka untuk belajar. “Tidak ada alat bantu yang bisa memberikan pendidikan dan kesenangan dalam waktu bersamaan,” ujarnya.
Boneka-boneka tersebut juga memiliki nama masing-masing seperti Nina yang bisa berbahasa Igbo, dan ada Yoruba, Hausa dan Ibibio yang suka menonton “Nollywood”, istilah popular untuk film Nigeria.
Pasangan ini berharap boneka yang mereka ciptakan akan mengubah stereotip negatif dan memberikan representatif yang akurat mengenai orang kulit hitam. (DailyMail/m01)