(bisnis-jabar.com)
BANDUNG (bisnis-jabar.com)-Peluang Industri boneka Indonesia yang masih terbuka lebar untuk memenuhi pasar domestik dan pasar internasional, terbukti dengan semakin familiarnya kawasan sentra industri boneka Cedok di telinga para reseller boneka.
Terletak di Gang Abah Aje Jalan Terusan Kopo Sayati, masyarakat sekitar lebih mengenal kawasan ini sebagai kawasan Cedok. Kawasan ini sudah dikenal sebagai sentra industri boneka sejak tahun 1980-an.
Kawasan ini merupakan sentra berkumpulnya para perajin dan penjual boneka. Hampir setiap rumah yang berjejer di sepanjang jalan ini menjadi tempat grosir bermacam boneka, sebagian toko sudah memiliki tempat produksinya sendiri.
Terbentuknya sentra industri boneka di kawasan Cedok ini bermula dari ide seorang warga cedok yang bernama Ellan Ruslandi. Pada awalnya hanya dia yang merintis usaha ini pada 1972. Ellan pun turut memperkerjakan rekan dan saudara sesama warga Cedok dalam memproduksi boneka.
Rekan dan saudara Ellan yang awalnya membantu lama-kelamaan semakin pintar di bidang industri boneka. Ellan pun mempersilahkan mereka untuk membuka unit usaha sendiri untuk memperluas jaringan pasar. Hingga kini hampir seluruh penduduk sayati menjadikan industri boneka sebagai mata pencaharian.
Menurut Eli Qodariah salah satu perajin boneka di kawasan Cedok, boneka dari sentra industri Cedok tidak hanya tersebar luas di daerah Bandung. Sudah banyak reseller yang menjual hingga daerah Sumatera, Bali dan Kalimantan. Bahkan bebereapa reseller ada yang mendistribusikan ke Singapura dan Malaysia.
“Bahkan acap kali ada orang asing yang mendatangi toko untuk memesan boneka sesuai dengan identitas budaya Indonesia sebagai cendera mata,” tutur anak bungsu dari Ellan Ruslandi ini.
Sebagai perajin, Eli mengakui jika maraknya bisnis online malah membuat produktifitas dan keuntungan yang diraih para perajin semakin bertambah.
“Banyak reseller boneka online yang mengambil barang dari sini. Itulah yang membuat Sentra Industri Boneka Cedok tetap menggeliat di tengah maraknya bisnis online,” ujar Eli.
Para reseller biasanya membeli boneka secara grosir dalam bentuk kodi. Bahan kain nilex dan katun dengan isi silikonlah yang menjadi favorit para reseller karena bahan tersebut membuat boneka lebih lembut dan awet.
Yang istimewanya lagi di kawasan ini para calon pembeli bisa memesan boneka sesuai dengan yang mereka inginkan. Inovasi dapat dilakukan oleh para reseller karena jenis boneka tidak bergantung dengan stok yang ada.
Eli sendiri melayani pesanan boneka dengan jumlah satuan, namun harganya jelas berbeda dengan harga eceran dari stok yang sudah ada.
Harga dari boneka-boneka yang dijual di sentra ini bervariasi tergantung dari jenis bahan dan ukuran boneka, berkisar dari Rp5000 untuk boneka kecil dengan fungsi gantungan kunci, hingga jutaan rupiah untuk pesanan khusus dengan ukuran yang besar.
“Pernah ada ajudan salah seorang Bupati yang mendatangi toko saya dan memesan boneka Tedi Bear yang tingginya 2,5 meter,” kenang Eli. (m04/k29/yri)