Cimahi Tolak Industri TPT

(bisnis-jabar.com)

Bisnis-jabar.com, CIMAHI-Pemkot Cimahi menegaskan bahwa pihaknya akan menolak investor yang akan membangun pabrik produksi tekstil dan produk tekstil (TPT). Pasalnya, industri ini dianggap tidak ramah lingkungan dan minim pemasukan terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Cimahi Beny Bahtiar mengatakan, sejak 2008 pihaknya telah menutup pintu terhadap investor yang akan mengembangkan TPT dan memilih fokus pada industri kreatif.

“Kecuali industri manufaktur dan pergudangan masih bisa. Karena mereka tidak terlalu berdampak terhadap lingkungan,” katanya, kepada wartawan di Cimahi, Selasa (18/2/2014).

Oleh karena itu, pihaknya tidak akan mempermasalahkan perusahaan tekstil yang mengancam untuk pindah. Menurut dia, selama 2013 ada dua perusahaan yang telah gulung tikar.

Sedangkan pada 2012, ada tujuh perusahaan yang tutup. Tahun ini, baru satu perusahaan yang menyatakan untuk tidak kembali beroperasi.

“Perusahaan yang angkat kaki atau pindah dari Cimahi pada tahun lalu
mencapai tiga perusahaan dengan jumlah tenaga kerja yang dirumahkan sebanyak 1.800 orang,” katanya.

Dengan satu perusahaan diantaranya pindah ke Semarang. Oleh karena itu, bisa dipastikan jumlah pengangguran di Kota Cimahi pada tahun ini kembali membengkak.

Seperti diketahui, jumlah warga yang tidak memiliki pekerjaan di Cimahi saat ini telah mencapai 40.000 jiwa. Dengan banyaknya perusahaan yang gulung tikar dan pindah sudah bisa dipastikan pengangguran kian meroket.

Upaya untuk menanggulangi pengangguran masih berkutat pada penanganan konvensional seperti pembukaan job fair atau pameran kerja yang rerata kemampuan menyerap tenaga kerja tidak lebih dari 2.700 orang.

Itu pun dengan catatan kalau semua pengangguran yang ada memasukan aplikasi lamaran dan dianggap memenuhi persyaratan kerja dengan posisi yang ditawarkan.(k6/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X