Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro menilai kinerja positif yang ditorehkan Bank Pembangungan Daerah (BPD) pada tahun lalu, secara umum disebabkan karena banyaknya BPD yang bergerak di kredit konsumer.
Tahun lalu, laba BPD secara rata-rata mencapai pertumbuhan sebesar 19,89% atau meningkat dari Rp8,9 pada 2012 triliun menjadi Rp10,73 triliun pada 2013. Pada 2012, pertumbuhan laba hanya mencapai 12,47%.
“Banyak yang bisnisnya di kredit konsumer karena rasio NPL [kredit bermasalah]-nya rendah,” katanya saat dihubungi bisnis-jabar, Senin (24/2).
Dia pun cukup merasa terkejut dengan pertumbuhan yang dialami BPD jika dibandingkan dengan jenis bank lain yang mengalami pelambatan laba pada tahun lalu.
Ditanya terkait pengaruh penaikan BI Rate yang mengalami kenaikan hingga 175 bps selama 2012, Bien menyatakan Bank BJB pun mengalami dampak atas kenaikan suku bunga tersebut sebagaimana dialami dunia perbankan di tanah air.
“Sama juga merasakan dampaknya, tidak berbeda dengan bank lain. BI Rate cukup memberikan pengaruh,” ujarnya.
Bank BJB sendiri hingga Desember 2013 lalu, mencatatkan penyaluran kredit konsumer untuk Kredit Guna Bakti sebesar Rp28 triliun dan KPR Rp3,5 triliun. Kredit konsumer mencapai 64,14% dari total penyaluran kredit.
Mengenai strategi Bank BJB pada tahun ini dalam menghadapi tahun politik, Bien mengutarakan tak ada strategi khusus yang disiapkan dan cenderung apa yang akan dilakukan perseroannya masih akan tetap sama seperti sebelumnya.
“Sama saja karena likuiditas sudah mulai membaik,” sebutnya. (k4/ija)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments