bisnis-jabar
Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Pengusaha Peternak Unggas Indonesia (PPUI) menyebutkan harga pakan saat ini melonjak tinggi akibat depresiasi rupiah.
Ketua PPUI Ashwin Pulungan mengatakan penaikan tersebut dipicu oleh pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat karena hingga saat ini pakan masih bergantung pada impor.
Dia menyebutkan harga pakan impor saat ini berada di kisaran Rp6.500-Rp7.000 per kilogram dari Rp5.000 per kilogram.
“Selama ini pakan masih bergantung impor. Ditambah dengan kondisi ekonomi Indonesia yang labil, harga pakan diperkirakan akan terus melonjak,” katanya kepada Bisnis, Kamis (2/1/2013).
Menurutnya, kontribusi pakan terhadap harga ayam sekitar 70% sehingga berpotensi terus menambah beban produksi bagi peternak.
Dengan demikian peternak akan dihadapkan dengan kenaikan harga ayam, sementara tantangan daya beli masyarakat semakin berkurang.
Dia menjelaskan saat ini harga ayam di pasaran cenderung masih tinggi di kisaran Rp30.000 per ekor, namun harga ini bisa naik kembali jika ada momen tertentu.
“Harga pakan semakin mahal, sementara kebutuhan peternak semakin besar. Untuk itu perlu dicarikan alternatif sehingga tidak memberatkan peternak yakni mengembangkan pakan lokal.”
PPUI juga menduga kenaikan harga pakan akibat permainan spekulan yang menguasai mata rantai unggas dari hulu hinga ke hilir.
“Di samping pelemahan rupiah, kenaikan juga dikhawatirkan dipermainkan oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.(k29)
Recent Comments