Inflasi 2014 Bakal Lebih Terkendali

Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Bank Indonesia Regional VI Jawa Barat dan Banten memprediksi tingkat inflasi di Jabar pada 2014 bakal lebih terkendali menjadi 4,5% atau turun drastis dari tahun sebelumnya yang berada di level 9,15%.

Kepala Kepala Kantor Perwakilan BI Regional VI Jabar dan Banten Dian Ediana Rae mengatakan tingginya tingkat inflasi 2013 disebabkan oleh gejolak harga bahan pangan dan kenaikan harga bahan bakar minyak.

BI bersama pemprov Jabar akan menjaga tingkat inflasi 2014 dengan meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi, yakni sapi potong, cabai merah, dan bawang merah.

“BI Regional VI akan membuka cluster sapi yang akan memberikan bibit sapi ke sentra produksi sapi di Jabar. Kami saat ini masih meneliti daerah mana yang akan dijadikan cluster sapi,” ucapnya, Kamis (27/2/2014).

Selain meningkatkan produksi komoditas, BI dan Pemprov Jabar juga akan mengantisipasi lonjakan permintaan dan kelangkaan stok bahan pokok. Caranya yakni dengan pemanfaatan sistem resi gudang, penyelenggaraan operasi pasar murah, percepatan impor, dan menyediaan stok dari sentra-sentra komoditas dalam dan luar Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jabar Ferry Sofwan menuturkan pengendalian inflasi 2014 akan dilakukan dengan meningkatkan koordinasi antar daerah di Jabar dan luar Jabar.

“Pada 2013, inflasi tertinggi di Depok karena Depok bukan merupakan sentra produksi pangan. Pada 2014 ini kami akan meminta daerah yang menjadi sentra produksi pangan seperti Tasikmalaya untuk mendistribusikan pangan ke Depok. Jadi yang dari Tasikmalaya jangan cuma mendistribusikan pangan ke Bandung,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Ferry, pihaknya juga akan meneliti arus distribusi pangan dari dan ke pasar induk. Ferry mengatakan sistem logistik pangan berbasis transportasi kereta api akan diefektifkan. (k10/k29)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X