Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran Acuviarta Kartabi menilai banyak faktor yang menyebabkan ekspor Jabar akan melambat tahun ini.
Faktor internal di antaranya kenaikan upah minimun kota/kabupaten (UMK), tarif tenaga listrik (TTL), serta ketergantungan Jabar pada bahan baku dan barang modal impor.
“Karena bahan bakunya impor sehingga harga jual produk jadi mahal dan tidak berdaya saing,” katanya, Rabu (8/1/k29).
Untuk meningkatkan nilai ekspor 2014, parapengusaha Jabar perlu memerluas pasar tujuan ekspor, seperti ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika untuk meningkatkan nilai ekspor.
Hal ini sebagai upaya mengantisipasi kondisi ekonomi negara tujuan ekspor Jabar yang belum pulih, seperti Amerika Serikat. Selain itu, menurut Acu, persaingan di negara Timur Tengah dan Afrika tidak seketat di Amerika Serikat.
“Permintaan di negara-negara di Afrika dan Timur Tengah cukup tinggi dan persaingannya pun tidak seketat di Amerika dan Asia Tenggara,” katanya.
Menurutnya, jika para pengusaha Jabar tidak melakukan perluasan pasar, sementara permintaan di negara tujuan ekspor stagnan, maka nilai ekspor Jabar pun akan stagnan. (k10/k29)
Recent Comments