Jabar Target Cetak 100.000 Wirausahawan Baru

bisnis-jabar

Bisnis-jabar.com, BANDUNG—Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Jawa Barat menargetkan cetak 100.000 wirausahawah baru dengan sasaran generasi muda selama lima tahun ke depan.

Kepala Dinas KUMKM Jabar Anton Gustoni mengemukakan pengembangan program wirausaha baru itu masih memprioritaskan mahasiswa atau pekerja muda yang ingin beralih profesi.

“Kami memberikan syarat program itu 0-5, yang artinya belum pernah melakukan wirausaha dan baru memiliki usaha. Dengan usia antara 18 tahun hingga 46 tahun, kebanyakan para mahasiswa yang mau lulus, atau pekerja yang beralih profesi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (20/2/2014).

Menurut Anton, program menciptakan wirausahawan baru merupakan ikon utama bagi UMKM. Sebab kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), pelaku usaha mikro menyumbang sebesar 55% dibandingkan usaha besar lainnya.

Selain itu, katanya, dapat menyerap sekitar 99% tenaga kerja dari usaha sektor kecil menengah (UKM). Sehingga untuk mendorong peningkatan PAD dan tenaga kerja diarahkan kepada generasi muda.

Dia menjelaskan jumlah wirausahawan di Jabar pada 2014 mencapai 9,1 juta wirausahwan. Angka tersebut masih jauh dari jumlah ideal wirausawan di Jabar yang harus mencapai minimal 2% dari jumlah penduduk sekitar 44 juta jiwa.

“Kami akan lakukan secara bertahap, dengan memberikan pelatihan dan modal awal pada program wirausahawan baru ini dapat meningkatkan pelaku usaha,” ujarnya.

Dari 11 organisasi perangkat daerah (OPD) di Jabar yang merekrut 100.000 wirausaha baru. Dinas KUMKM menargetkan untuk merekrut sekitar 2.000 wirausaha setiap tahunnya. Namun, anggaran yang terbatas, jumlah calon wirausaha baru direalisasikan sebanyak 300 orang.(k32/k29)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X