JAKARTA - Bank Indonesia mengirimkan sinyal terang-benderang kepada pelaku pasar terkait harapan adanya penurunan lagi suku bunga acuan BI (BI Rate).
Gubernur BI Agus D.W.Martowardojo meminta pelaku pasar agar tidak menaruh harapan agar BI menurunkan BI Rate, apalagi di saat-saat masih adanya ketidakpastian global.
Ketimbang berharap adanya penurunan BI Rate, pelaku pasar diminta untuk melakukan hal-hal yang bersifat antisipatif guna menjaga pertumbuhan sektor yang sedang ditekuni.
“Kemungkinan naiknya bunga kredit akan ada. Kami harus selalu mengingatkan kondisi yang terjadi supaya pengusaha tak terkejut dan mereka harus bersiap-siap dengan kondisi ini,” ungkapnya dalam ANZ Economic Outlook 2014, Rabu (26/2/2014) malam.
Sepanjang 2013, BI sudah menaikkan BI Rate sebanyak 5 kali hingga 175bps, untuk menekan defisit transaksi berjalan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
Agus meminta kepada pelaku pasar agar tidak khawatir. Menurutnya, untuk dapat menjadi negara berkembang yang mampu bersaing, Indonesia harus menciptakan kemandirian ekonomi.
Sejauh ini, sejumlah bank telah menaikan bunga dana di atas 300 basis poin (bps) sedangkan bunga kredit masih di kisaran 40bps.
Agus menuturkan ada kemungkinan kenaikan bunga kredit , sehingga pengusaha harus bersifat antisipatif.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan dengan adanya kenaikan BI Rate, lalu diikuti bunga kredit, maka pemberian kredit juga akan melambat dan perlambatan tersebut sudah dirancang untuk mengurangi defisit transaksi berjalan.(jibi/k29)
Recent Comments