BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Provinsi Jawa Barat, Alma Lucyati mengatakan gejala kebiasaan merokok sejak usia dini terus meningkat dan dalam kondisi mengkhawatirkan.
Dari total perokok di Jabar, tercatat sekitar 27% dilakukan perokok usia produktif antara 11 hingga 46 tahun. Bahkan, sekitar 16% kebiasaan merokok dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Upaya kampanye sosialisasi anti- rokok terus kami lakukan untuk mencegak masyarakat untuk meroko. Termasuk kami ingin pemerintah untuk menaikan harga rokok supaya lebih mahal,” katanya, Minggu, (23/2/2014).
Dia berharap sosialisasi peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok dapat mengingatkan kembali resiko kesehatan yang disebabkan oleh rokok. Baik itu perokok aktif atau pun pasif.
“Masyarakat seringkali mengabaikan kesehatan terlebih lagi resiko kesehatan yang disebabkan oleh merokok” katanya.(fsi)
Recent Comments