Bisnis-jabar.com, BANDUNG—Nasib nelayan di Jawa Barat yang biasa melaut dengan menggunakan kapal di bawah 10 gross ton (GT) akan semakin terpuruk saat digulirkannya pasar bebas Asean.
Sekjen Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Jawa Barat Budi Laksana mengatakan para nelayan tradisional tidak akan siap menghadapi pasar bebas Asean karena berbagai kendala yang belum diatasi pemerintah.
“Kapal nelayan tradisional mayoritas di bawah 10 GT, sehingga hasil tangkapan ikan masih kecil yang rata-rata dalam sebulan satu kapal hanya menghasilkan tangkapan ikan sebesar 8 kwintal,” katanya, Kamis (27/2).
Dia mengatakan hingga saat ini perhatian pemerintah terhadap nelayan tradisional belum optimal.
Bahkan untuk menjual hasil tangkapan nelayan masih mengandalkan tengkulak karena tidak bisa mengakses ke perbankan.
“Kondisi ini memicu kerugian yang cukup besar bagi nelayan tradisional. Karena mereka tidak bisa menjual langsung ikan tangkapan ke industri,” ujarnya.(k29)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments