Bisnis-jabar.com, BANDUNG - UKM Pers Daunjati Sekolah Tinggi Seni Indoesia (STSI) Bandung menggelar diskusi buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” di GK. Sunan Ambu STSI Bandung, Rabu (26/03/2014).
Semi Ikra Anggara, inspirator acara ini menjelaskan tujuan diadakannya acara ini guna memberitahu masyarakat telah terbit buku yang berjudul “33 Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh”. Dalam buku tersebut membicarakan sastrawan yang capable di bidangnya, namun ada seorang sastrawan yang dianggap kurang capable dan justru masuk dalam buku ini, yaitu Deny JA.
“Konon tokoh tersebut memberikan modal dalam penerbitan buku ini. Ada motivasi kuasa modal dengan memasukkan nama Deny JA sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh,” tutur Semi, Rabu (26/02/2014).
Selain mengkritik nama Deny JA yang ada dalam buku tersebut, UKM Pers Daunjati pun mengkritik metodologi yang digunakan dalam buku ini. Semi menjelaskan bahwa dalam pembuatan buku ini dibentuk tim yang dinamakan Tim 8, yang terdiri dari Jamal D Rahman, Agus R Sardjono, Maman S Mahayana, Berthold Damshauser, Nenden Lilis Aisyah, Acep Zamzam Noor, Ahmad Gaus, dan Joni Ariadianata.
Masing-masing dari Tim 8 tersebut memilih sastrawan sesuai dengan keinginan mereka pribadi, hingga terpilihlah 33 sastrawan yang dimuat dalam buku tersebut. Tim 8 dalam pengantar bukunya tidak menjelaskan frasa dari “paling berpengaruh”, indikator apa yang menyebabkan seseorang lebih berpengaruh dari tokoh yang lain.
“Saya pikir masih banyak tokoh sastra lainnya yang lebih kompeten, seperti Widji Tukul yang merupakan bagian dari perubahan dan reformasi,” terang Semi.
Dengan diadakannya diskusi ini Semi mengharapkan orang-orang akan menolak kehadiran buku ini. Informasi yang tercantum dalam buku dapat menjadi pembodohan terhadap pembaca. “Pembaca wajib mendapat informasi yang benar dari buku yang dibaca, bukan informasi yang dipaksakan,” tukas Semi.
Sebelumnya aksi penolakan buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” juga pernah terjadi di Jakarta, Sumatra Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Yogyakarta. (m01/ija)
Recent Comments