Bisnis-jabar.com, BANDUNG-
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan sinyalemen asing dipersilahkan masuk sudah dilansir Kementerian Perhubungan yang memasukan BIJB Kertajati sebagai bandara di daerah yang layak ditawarkan ke asing.
“Sinyal ini bagus dan peluang seperti ini harus ditangkap,” katanya di Bandung,Kamis (27/2/2014).
Menurut Deddy, asing bisa masuk dalam investasi bandara di Jabar namun posisinya harus tetap dikawal oleh Pemprov Jabar. Asing sendiri saat ini bisa masuk ke dalam Bandara Nusawiru, Pangandaran yang tengah dikembangkan. Khusus untuk Nusawiru proses pembebasan lahan yang memakan anggaran sebesar Rp25 miliar saat ini sudah berjalan.
Dia mencatat lahan yang dibebaskan untuk revitalisasi Nusawiru mencapai 43 hektar. Jika keseluruhan tanah tersebut sudah dimiliki dan menjadi aset Pemprov sepenuhnya, rencana bisnis di bandara tersebut menurutnya dipastikan mulus.
Pemprov Jabar sendiri berencana menambah panjang landasan agar bandara tersebut bisa diterbangi pesawat berbadan lebar. Saat ini panjang landasan masih 1.300 kilometer.
“Minimal landasannya seperti Husein Sastranegara, jadi penerbangan komersial bisa mendarat,” katanya.
Dalam rencana bisnisnya Nusawiru akan dikembangkan menjadi bandara komersial, pusat pelatihan SDM kebandaraan dan tempat perawatan pesawat. Tahun ini pihaknya diberi pekerjaan rumah untuk mengoptimalisasi bandara tersebut.
“Kami juga harus mencari pihak investor yang akan mengelola tiga rencana bisnis Nusawiru tadi,”katanya. (ija)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments