Museum Bekas Penjara Bung Karno Kurang Perhatian

Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Komunitas Kelompok Anak Rakyat menggelar aksi seni seperti tari, puisi, pantomim, dan teaterikal di situs sejarah atau museum Bekas Penjara Bung Karno yang berada di daerah Banceuy sebagai bentuk panggilan dan peringatan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan tempat bersejarah ini.

Nurpainah, Wakil Ketua Kelompok Anak Rakyat, yang mewadahi penyelenggaraan aksi ini mengungkapkan dengan niatan sederhana, pihaknya ingin agar situs-sutus sejarah di Kota Bandung ini dapat lebih terawat sehingga tidak dibiarkan kotor begitu saja.

“Berbagai program pemerintah mencanangkan hadirnya berbagai taman baru merupakan suatu hal yang bagus. Namun, jangan sampai justru bangunan sejarahnya menjadi dianak tirikan karena sejauh ini tidak pernah tersentuh,” katanya kepada Bisnis, Kamis (6/4/2014).

Ketidak tersentuhan ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang tidak mengetahui situs Penjara Bung Karno ini karena tidak terekspose dengan baik.

Padahal sejarah mencatat tempat ini dulunya sempat dihuni oleh Bung Karno dan 4 kawan lainnya selama 8 bulan, dimana tempat tersebut dulunya terdiri 36 sel penjara.

“Pemerintah seakan terlalu sibuk membuat taman jomblo, taman musik, padahal tempat ini saja hanya diurusi oleh Ketua RT dan bahkan penerangan dan urusan lainnya masih harus banyak prosedur yang dilalui. Pemerintah seakan tidak memiliki anggaran khusus untuk situs-situs sejarah seperti ini.”

Menurutnya, sebelumnya memang terdengar informasi bahwa pemerintah daerah akan menjadikan bekas penjara ini menjadi salah satu taman sejarah yang bisa dijadikan objek wisata sejarah.

Namun, berlakangan lagi terdengar kabar bahwa pada situs bersejarah ini justru akan dibangun sebuah mal besar. “Jika untuk taman sejarah kami masih mendukung, tetapi jika untuk mal, rasanya semua tidak akan setuju.”

Untuk menekankan ini, rencananya aksi serupa juga akan dilakukan nanti pada 16 dan 26 Maret di situs sejarah lainnya seperti makam Bu Inggit Caringin. (K31/k29)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X