(jibiphoto)
BANDUNG-Diler resmi Suzuki Indomobil Sales (SIS) area Bandung dan Priangan Timur Nusantara Jaya Sentosa (NJS) menargetkan dapat mencatat penjualan sekitar 12.000 unit kendaraan all type sepanjang 2014 dengan salah satu kontribusi terbesar tetap dari kendaraan segmen multi purpose vehicle (MPV) yakni Suzuki Ertiga.
Sales Manager NJS Vicky Yusika mengungkapkan pada tahun ini pihaknya menargetkan dapat mencatat penjualan sekitar 900 unit setiap bulannya dengan kontribusi Suzuki Ertiga diharapkan dapat mencapai 25%.
“NJS menargetkan market share sekitar 13,5%-14%atau tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sejauh ini penjualan NJS mendapat kontribusi besar dari produk Suzuki Ertiga, Futura pick-up, dan Mega Carry,” katanya saat Pesta Keluarga Ertiga, Minggu (9/2).
Vicky menilai persaingan pasar produk mpv di Kota Bandung saat ini memang sangat ketat karena semakin banyaknya produk MPV baru yang hadir belakangan ini. Namun, dirinya optimistis produk Suzuki khususnya segmen MPV dan kendaraan kecil lainnya merupakan produk unggulan perusahaan sejak lama mampu bersaing memperebutkan pangsa pasar.
Tidak hanya pada segmen MPV, perusahaan juga optimistis dapat menggenjot penjualan dari kendaraan segmen Low Cost Green Car (LCGC) perusahaan yaitu Karimun Wagon R.
“Permintaan produk Karimun ini sangat luar biasa. Sejauh ini perusahaan sudah mencatat distribusi sebanyak 250 unit kepada masyarakat dan 400 unit inden.”
Sementara itu, pada tahun sebelumnya NJS mencatat penjualan sekitar 9 ribu unit atau sedikit kurang dari target yang ditentukan karena pada tri wulan pertama perusahaan mengalami permasalahan produksi yang sedikit terhambat.
Pada tahun ini, Vicky memperkirakan masalah produksi tidak akan menjadi kendala khusus yang menghambat penjualan, terlebih lagi pada 2015 Suzuki mempersiapkan pabrik baru di daerah Cikarang yang siap beroperasional dengan kapasitas 2 kali lipat atau sekitar 30.000 unit.
“Justru yang kami khawatirkan saat ini adalah tahun politik yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi sehingga sedikit mengurangi minat investasi masyarakat, seperti rumah dan produk otomotif,” ujarnya. (k31/fsi)
Recent Comments