One Billion Rising Bandung Peduli Tindak Kekerasan

(antara)

Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Data dari WHO menyebutkan 2.521 kasus kekerasan seksual di Indonesia terjadi pada usia 13-14 tahun dan terus meningkat 181% setiap tahunnya. Berangkat dari fakta tersebut, One Billion Rising Bandung, gerakan sosial peduli keadilan terhadap kekerasan melakukan aksi Rise Release Dance di Dago Cikapayang.

Ressa menyebutkan bahwa data dari PBB secara universal satu dari tiga perempuan di dunia mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual dalam hidupnya. Data di Komnas HAM pun menunjukkan Indonesia di tahun 2013 ada sekitar 1.600 orang yang mengalami tindak kekerasan. Dalam sehari ada 20 hingga 30 orang mengalami tindak kekerasan dan angka tersebut naik 60% dari tahun 2012.

Angka yang terbilang masih tinggi tersebut membuat Ressa dan rekan-rekannya di One Billion Rising melakukan aksi sosial peduli tindak kekerasan yang terjadi di Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kedua One Billion Rising Bandung mengadakan aksi peduli tindak kekerasan.

Ressa, ketua One Billion Rising Bandung, menjelaskan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap korban-korban tindak kekerasan, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa.

“Kita ingin mematahkan rantai tindak kekerasan, karena bentuk kekerasan yang korban dapatkan tidak hanya dari pelaku namun juga dari lingkungan dan masyarakat, seperti diintimidasi,” tutur Ressa, Jumat (14/2).

Aksi One Billion Rising Bandung menggunakan momentum hari kasih sayang, 14 Februari, untuk menyebarkan rasa kasih sayang pada korban tindak kekerasan.

One Billion Rising Bandung melakukan aksi menari karena menunjukkan ekspresi dari bentuk kebebasan korban kekerasan.

Kedepannya One Billion Rising akan bekerjasama dengan Institut Perempuan, yang akan mengadvokasi korban-korban tindak kekerasan. (m01/k29)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X