Bisnis-jabar.com, BANDUNG-PON XIX 2016 di Jawa Barat dalam waktu dekat segera memiliki logo dan maskot resmi. Logo dan Maskot tersebut akan diluncurkan 8 Maret mendatang.
Logo dan Maskot tersebut hasil sayembara yang di gelar Pemerintah Provinsi Jabar. Saat ini sayembara tersebut sudah menghasilkan tiga besar logo dan tiga besar maskot.
Salah satu anggota dewan juri sayembara, Warli Haryana mengatakan kandidat juara ini adalah hasil dari seleksi 500 karya yang masuk ke dewan juri. Masing-masing 3 logo dan 3 maskot ini menurutnya sudah melewati beberapa tahap penyaringan.
“Baik logo maupun maskot mengacu kepada konsep dan visi misi Jawa Barat,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Sate, Bandung, Kamis (27/2/2014).
Menurutnya khusus untuk maskot, peserta memakai hewan khas Jawa Barat. Hewan tersebut menurut badan konservasi satwa dan sumber daya alam dunia atau International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) tergolong hewan langka atau nyaris punah.
Di dalam negeri, hewan tersebut sudah dilindungi Undang-undang.“Tiga maskot ini semuanya fauna yang dilindungi, ada yang terancam punah,” katanya.
Pihaknya mengaku belum bisa membuka siapa pemenang sayembara dan logo atau maskot apa yang menjadi ikon PON Jabar. “Logo dan maskot baru akan dibuka pada saat peluncuran,” katanya.
Warli juga enggan membuka jawaban bahwa harimau menjadi kandidat maskot PON, mengingat harimau adalah hewan yang sudah punah di Jawa. “Hewannya masih ada, tapi sudah dilindungi. Hewan itu pokoknya identik dengan Jabar,” kata dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa UPI ini.
uri lainnya, Setiawan Sabana dari FSRD ITB, menambahkan dalam sayembara ini pihaknya menerima 500 logo dan maskot. Bentuknya sangat beragam, yang terkait dengan kekhasan yang ada di Jawa Barat tari, arsitektur, villa Isola, gedung sate, kujang, bentuk orang, angklung, harimau, dan kombinasi satu sama lain.
Menurutnya dalam penilaiannya, dewan juri memakai kriteria relevansidengan semangat PON Jabar, originalitas, estetika, kreativitas, dan desain karya. “Semua karya bagus, kami sampai kebingungan menilainya,” kata dosen FSRD ITB ini. (ija)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments