Populasi Badak Jawa Tersisa 58 Ekor

Badak (reuters)

Bisnis-jabar.com, PANDEGLANG - Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Muhamad Haryono menyatakan populasi badak jawa atau badak bercula satu di TNUK sebanyak 58 ekor.

“Dari hasil monitoring yang kita lakukan selama 2013 diketahui kalau jumlah badak jawa yang hudup di kawasan TNUK 58 ekor, yakni delapan anak dan 50 ekor badak remaja dan dewasa,” katanya di Pandeglang, Banten, Rabu (26/2/2014).

Menurut dia, dari delapan anak badak itu, sebanyak tiga di antaranya merupakan betina dan lima pejantan.

Sedangkan dari 50 ekor badak jawa remaja dan dewasa, sebanyak 20 betina dan 30 pejantan.

Haryono juga menyatakan, teknik monitoring yang dilakukan untuk mengetahui populasi badak jawa, yakni dengan memasang kamera video di semenanjung kawasan TNUK.

“Sebanyak 120 unit kamera video kita pasang dalam kegiatan montoring tersebut. Pemasangan dilakukan dengan mengikatnya pada batang pohon pada lokasi yang sering dilewati dan didatangi badak, seperti padang pengembalaan dan kubangan,” paparnya.

Kamera video yang dipasang, kata dia, sudah didesain sedemikian rupa sehingga bisa berfunsi pada malam hari, dan kalau ada gerapan di sekitarnya akan aktif dengan sendirinya.

Kegiatan monitoring, kata dia, dilaksanakan dalam priode Maret-Desember 2013, dan setiap bulan tim datang untuk mengambil “memory card” dan mengganti baterai kamera.

“Selama 10 bulan pemasangan kamera itu, kita mendapatkan 16 ribu klip, namun klip badak jawa hanya 1.660 dan hanya 1.388 klip yang dapat diindentifikasi, sisanya 272 klip tak bisa diintentifikasi,” ungkapnya.

Klip badak yang yang bisa diitentifikasi, yakni yang berisi gambar hewan langka itu secara utuh, sedangkan yang tak utuh, seperti hanya kakinya saja atau ekornya saja tidak bisa diidentifikasi.

Gambar yang didapat dari kamera, kata dia, kemudian diindentifikasi oleh untuk membedakan setiap individu dari badak tersebut.

Proses identifikasi, lanjut dia, menggukana delapan parameter kunci pada morfologi badak jawa, yakni ukuran bentuk dan posisi cula, kerut kulit di sekitar mata, kerut wajah, lipatan leher, posisi dan bentuk telinga, cacat atau luka dan warna kulit.

“Setiap individu badak memiliki perbedaan pada morfologinya itu, terutama kerutan kulit sekitar mata yang bagaikan sidik jari pada manusian, jadi tidak akan pernah sama,” tuturnya.

Menurut dia, dari proses tersebut maka data populasi badak sebanyak 58 ekor, atau bertambah dibandingkan hasil monitoring 2012 sebanyak 51 ekor, cukup valid.

“Untuk saat ini, dengan teknologi yang ada maka bisa saya katakan hasil monitoring itu cukup valid,” tukasnya. (antara/ija)

Tag Terkait

Berikan Komentar

DISCLAIMER : Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BisnisJabar. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Catatan : Email anda tidak akan ditampilkan. Hanya Nama dan Komentar yang akan ditampilkan.

*

Baca Deh!

X