30 Januari 2014 13:38 WIB
Bisnis-jabar.com, JAKARTA-Tahukah Anda, gaya hidup malas akan mempengaruhi otak Anda. Kurangnya gerak tubuh (pemalas) mengubah bentuk neuron yang mengontrol fungsi jantung. Seperti dikutip dari www.dailymail.co.uk, sebuah penelitian pada tikus menunjukkan latihan memiliki efek nyata pada otak mereka. Hal ini bisa serupa dengan manusia yang juga sama dalam fungsi otaknya. Otak dari orang yang pemalas seperti halnya…
Baca Selengkapnya »
Bisnis-jabar.com, NEW YORK – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cornell, New York, menunjukkan perempuan usia 50 hingga 70 yang menghabiskan waktunya hampir seharian di tempat duduk berisiko lebih besar terkena serangan jantung, walaupun banyak berolahraga. Penelitian tersebut juga memperingatkan adanya risiko kanker payudara dan rahim pada perempuan yang menghabiskan waktunya duduk seharian. Tak hanya…
Baca Selengkapnya »
Bisnis-jabar.com, JAKARTA-Penelitian terbaru mendapati fakta sebuah gen berkaitan dengan stres menjadi pemicu serangan jantung atau kematian penderita penyakit jantung 38% lebih tinggi ketimbang pasien penyakit jantung tak memiliki gen ini. Para peneliti dari Pusat Kesehatan Universitas Duke, Durham, North Carolina, menegaskan penemuan ini menjelaskan biologi di balik mengapa sejumlah orang rentan terkena penyakit dan kematian…
Baca Selengkapnya »
Bisnis-jabar.com, JAKARTA-Berkebun dan melakukan kegiatan rumah sehari-hari seperti memperbaiki rumah bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang lanjut usia (lansia), demikian menurut studi yang dipublikasikan The British Journal of Sports Medicine. Risiko terkena serangan jantung dan stroke dalam waktu 12 tahun pada orang berusia 60 tahun lebih yang sering melakukan aktivitas rumah dan…
Baca Selengkapnya »
JAKARTA-Serangan jantung mendadak ternyata terjadi setiap 2 menit sekali. Usia di atas 35 tahun, sekitar 1 dari 1.000 orang mengalami serangan jantung mendadak per tahun. Sedangkan usia di bawah 35 tahun angka kejadiannya 1,5-6,5 per 100.000 orang. “Berdasarkan data Heart Association 2002, serangan jantung mendadak menduduki peringkat tertinggi penyebab kematian, dibandingkan dengan stroke, kanker paru-paru,…
Baca Selengkapnya »
JAKARTA - Paparan sinar matahari juga bisa membantu mengurangi tekanan darah, risiko serangan jantung dan stroke, dan bahkan memperpanjang hidup, demikian hasil riset Edinburgh University yang dilansir laman BBC. Hasil studi yang dipaparkan dalam konferensi The International Investigative Dermatology di Edinburgh, Jumat, menyebutkan bahwa sinar UV melepaskan suatu senyawa yang menurunkan tekanan darah. Produksi senyawa penurun tekanan…
Baca Selengkapnya »
JAKARTA-Terpaan sinar matahari juga bisa membantu mengurangi tekanan darah, risiko serangan jantung dan stroke, dan bahkan memperpanjang hidup, demikian hasil riset Edinburgh University yang dilansir laman BBC. Hasil studi yang dipaparkan dalam konferensi The International Investigative Dermatology di Edinburgh, Jumat, menyebutkan bahwa sinar UV melepaskan suatu senyawa yang menurunkan tekanan darah. Produksi senyawa penurun tekanan darah, nitrat…
Baca Selengkapnya »
JAKARTA - Batuk bisa menormalkan irama denyut jantung seorang yang mengalami serangan jantung. “Batuk merupakan cara awal agar irama jantung tidak berhenti. Biasanya bagi penderita yang terkena serangan jantung mendadak, iramanya lambat, dengan batuk, irama jantung normal kembali,” kata pakar penyakit jantung dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Iwan Dakota SpJP. Iwan mengemukakan hal itu…
Baca Selengkapnya »
Saat ini banyak beredar broadcast pesan lewat BlackBerry Messenger (BBM) atau media lain soal tips mengatasi serangan jantung, di mana orang yang sedang mengalami gejala-gejalanya seperti dada sakit, pegal di tangan dan rasa kaku di dagu diminta batuk-batuk dan menghela nafas berulang kali. Ternyata, tips tersebut palsu! Tips ini jadi populer saat presenter Ricky Johannes…
Baca Selengkapnya »
BANDUNG-Resiko kematian akibat infeksi HIV (Human Imunnodeficiency Virus) tetap harus diwaspadai, karena selain bisa beresiko terserang penyakit tuberkolosis dan pneumonia, juga ternyata bisa sebabkan serangan jantung. Hal ini terungkap setelah dilakukan penelitian terhadap 82 ribu veteran di AS menunjukan adanya 871 kasus serangan jantung dalam kurun waktu pengamatan selama 5,9 tahun. Setelah membandingkan hasilnya ternyata…
Baca Selengkapnya »
Recent Comments