BANDUNG (bisnis-jabar.com): Sekitar 10.000 unit kamar hotel di Kota Bandung diduga tidak berpenghuni pada awal tahun ini seiring dengan minimnya permintaan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition.
Herman Muchtar, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, mengungkapkan tingkat hunian hotel di Kota Kembang langsung anjlok karena rendahnya permintaan kamar.
Menurut dia, okupansi kamar hotel di Kota Kembang pada bulan ini hanya mencapai 35%. Padahal, hotel-hotel di Kota Bandung saat momen Hari Natal dan pergantian tahun beberapa waktu lalu kebanjiran pesanan.
Saat itu, ungkap Herman, setidaknya 95% dari total 15.000 unit kamar terisi saat kedua momen tersebut.
“Permintaan kamar antara pergantian tahun hingga awal tahun ini sangat jauh berbeda. Bahkan, okupansi hotel bulan ini hanya 35%,” katanya kepada bisnis-jabar.com hari ini.
Dia mengungkapkan anjloknya permintaan kamar tersebut berjalan seiring dengan permintaan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang rendah.
Setiap tahun, ujar dia, tren rendahnya permintaan kamar dan ruang pertemuan selalu terjadi pada awal tahun.
Hal itu disebabkan, ujar dia, mayoritas perusahaan belum terlalu gencar menggelar kegiatan di hotel karena masih dalam tahap penyusunan anggaran.
“Saat ini kebanyakan perusahaan masih fokus menyusun anggaran sehingga permintaan kegiatan MICE di hotel sangat rendah,” ujarnya.
Herman memprediksi rendahnya permintaan kamar dan ruang pertemuan tersebtu akan berlangsung mulai Januari hingga Maret mendatang.
Setelah itu, Herman menduga okupansi akan kembali normal seperti semula karena mayoritas perusahaan sudah selesai menyusun anggaran kegiatan di hotel.(yri)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments