Bisnis-jabar.com, BANDUNG-Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diperta) Jawa Barat optimistis produksi hortikultura di kawasan itu bisa dikendalikan, meski intensitas curah hujan sedang tinggi.
Kasubag Program dan Perencanaan Diperta Jabar Moch Ramdhani mengatakan ancaman membanjirnya produk hortikultura impor pasca banjir di kawasan Pantura, hanya terhambat dari sisi distribusi saja.
“Sejauh ini dari aspek produksi, komoditas hortikultura masih cenderung aman. Tetapi yang menjadi kendala saat ini terjadi pada sisi distribusi,” katanya, Senin (27/1/2014).
Menurutnya, produksi hortikultura masih berjalan seperti biasa, meskipun kebutuhan salah satu komoditas hortikultura masih dipasok dari produk impor, seperti bawang putih.
Namun, lanjut Ramdhani, efek tersendatnya distribusi membuat produk hortikultura membusuk sebelum sampai dijual kepada masyarakat. Sehingga memicu ancaman kenaikan harga hortikultura.
Padahal dari sisi porduksi tidak mengalami perubahan serta minat masyarakat terhadap produk dalam negeri masih tinggi karena kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan produk impor.
“Selama proses distribusi aman, saya yakin gejolak ancaman membanjirnya produk hortikultura impor dapat dikendalikan karena kualitasnya lebih bagus dari dalam negeri.”
Tak hanya itu, Diperta juga meminta steakholder terkait untuk bersinergi dan berkordinasi menghindari spekulan yang memanfaatkan momen banjir ini, demi meraup keuntungan pribadi. (k32/ija)
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Kode Etik | Info Iklan
© 2010-2014. Bisnis Jabar. Bisnis Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Recent Comments