SIMALUNGUN-PT Unilever Oleochemical Indonesia secara resmi membangun pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Pabrik Unilever tersebut menjadi investor asing pertama yang akan beroperasi di KEK Sei Mangkei. Sebagai salah satu proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Sei Mangkei diharapkan akan mendatangkan banyak investor baik lokal maupun asing.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan setelah Unilever membangun pabrik senilai Rp1,45 triliun, akan ada dua investor asing lain yang berminat untuk berinvestasi di Sei Mangkei. Dua perusahaan berskala global tersebut sudah bertemu dan melakukan pembicaraan dengan pemerintah.
“Ada PNG global, ini investor berskala dunia juga. Kemudian ada juga investor dari Jerman masih dalam proses pembicarakan,” ungkapnya, disela-sela peresmian proyek infrastruktur KEK Sei Mankei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).
Dia mengakui, dengan masuknya Unilever di Sei Mangkei dapat menarik investor berskala global lain untuk juga mengikuti jejaknya. Nama besar Unilever yang mendunia dapat mengundang investor lain untuk menanamkan investasi di Sei Mangkei.
Pemerintah memastikan akan memberikan kemudahan perijinan dan beberapa cara lain bagi investor yang akan berinvestasi di Sei Mangkei. Ketika Unilever mengajukan tax holiday, pemerintah memberikannya dan Hidayat berjanji akan memberlakukan hal yang sama pada investor lain.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Provinsi Sumatra Utara akan memiliki dua tempat penting dan strategis yakni Kuala Namu dan Kuala Tanjung. Kedua tempat ini akan menjadi Hub untuk perhubungan laut maupun udara.
“Perhubungan udara dalam konteks koneksi di Sumatra Utara adalah Kuala Namu yang harus bisa mengantisipasi lonjakan barang dan jasa juga pergerakan manusia,” ujarnya.
Setiap tahun, sambungnya, terdapat 60 juta penumpang udara domestik maupun mancanegara yang melintasi langit Indonesia. Untuk itu, Bandara Kuala Namu diharapkan dapat mengambil keuntungan dari adanya peningkatan jumlah penerbangan di Indonesia.
Selain itu, kata dia, Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi Hub dari sisi perhubungan laut. Hatta menginginkan Kuala Tanjung mengambil kentungan dari pelayaran yang terus meningkat.
Menurut catatan Hatta, setiap tahun minimal 120.000 perlintasan kapal melalui Selat Malaka. Artinya, setiap hari lebih dari 300 kapal melalui wilayah Sumut. Kapal-kapal tersebut mengangkut berbagai barang melayani perdagangan ke Asia Timur (China, Jepang, Korea), ke Asia Selatan (India, Pakistan), ke Timur Tengah-Afrika dan ke Eropa.
“Gerbang laut yaitu Kuala Tanjung sebagai hub untuk logistik yang bergerak begitu besar. Dua gerbang ini punya arti strategis sehingga kita harus tuntaskan pembangunan ini ke depan,” paparnya.
Sementara itu, Hatta menjelaskan KEK Sei Mangkei yang memiliki luas 2002,77 hektare dikembangkan untuk industri hilir kelapa sawit, aneka industri, logistik, pariwisata, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Saat ini KEK Sei Mangkei sudah memasuki tahap pembangunan, dengan mulai dibangunnya pabrik oleochemical plant, pabrik fatty acid, pabrik fatty alcohol, pabrik refinery, pabrik pupuk NPK fertilizer, dan pabrik energi biomasa.
Catatan Menko, sambungnya, terlihat kemajuan angka investasi yang sangat pesat dan menjadi sebuah harapan. Banyak Investor terkemuka datang untuk berinvestasi di KEK Sei Mangkei. Pada periode 2013-2014 ini sebagian dari mereka telah dan akan merealisasikan investasinya sebesar Rp6,5 triliun.
Dia memperkirakan sekitar 20 tahun mendatang nilai investasi di dalam kawasan KEK Sei Mangkei akan meningkat menjadi Rp46 triliun, yang terdiri dari Rp38 triliun untuk zona industri, Rp5,5 triliun untuk zona logistik, dan Rp2,5 triliun untuk pengembangan kawasan dan zona pariwisata.
Untuk mendukung investasi tersebut, Pemerintah mendukung dengan berinvestasi pada pengembangan infrastruktur wilayah sebesar Rp2,7 trilliun.
Hatta menegaskan keberadaaan KEK Sei Mangkei merupakan komponen strategis dari program MP3EI yang dirancang untuk mengakomodir lebih dari 200 unit industri berkelas dunia yang besar artinya bagi perwujudan daya saing bangsa Indonesia ke masa depan.
Saat ini, kata dia, KEK Sei Mangkei adalah satu-satunya KEK yang memiliki akses ke Selat Malaka yang juga akan terintegrasi dengan kawasan Kuala Tanjung dan terkoneksi langsung dengan Global Hub Kuala Tanjung.
“Dengan keunggulan geografis tersebut, KEK Sei Mangkei akan berkembang pesat dan menjadi simpul ekonomi dunia. Hadirnya KEK Sei Mangkei, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada bahan baku impor dalam memenuhi berbagai kebutuhan bagi masyarakat,” tuturnya.(JIBI/yri)
mohon info penerimaan karyawannya Pak. Tks
Saat ini dibuka lowongan PT Unilever di PJK USU Medan.
apakah masih ada penerimaan karyawan saat ini di PT Unilever Tbk tersebut? dan produk apa saja yag dihasilkan dari perushaan tersebut, apakah ada produk olahan makanan ?
terima kasih ..
kapan ada penerimaan karyawan di sei mangke?
tamatan apa aja yang di perlukan?
dan persyaratan nya apa2 saja?
Terimakasih
di atas di katakan, klw menjadi kariawan sei mangkeiharus masyarakat simalungun
jdi klw dri daera lain apa nga ble…???
TRIMAKASI…!!